banner 728x250

Review Film: ‘No Man of God’

  • Bagikan
Cineverse

[ad_1]

“Aku bajingan paling berhati dingin yang pernah kamu temui.” –Ted Bundy.

Ketika sebuah tindakan kejam kerap diyakini terjadi akibat masalah kejiwaan, kisah pembunuhan berantai dan brutal yang satu ini justru melibatkan seorang pembunuh yang memahami masalah kejiwaan.

banner 728x90

Dialah Ted Bundy yang lahir dengan nama Theodore Robert Bundy. Seisi dunia mulai mengenal sosoknya sejak terungkap tindakan sadis yang ia lakukan dalam merenggut nyawa lebih dari 30 orang wanita.

Dari segi latar belakang pendidikan, Bundy bukanlah sembarang orang. Ia meraih gelar psikologi dari University of Washington. Ia tampan dan tahu bagaimana caranya mendapatkan perhatian, bahkan empati dari lawan bicaranya. Bentuk pesona dan karisma yang sangat ia sadari itu ampuh memerangkap para korban.

Sisi kecerdasan tersebutlah yang dijadikan dasar utama dari salah satu film yang akan diulas kali ini. Film ini mengangkat kisah nyata dari kehidupan Ted Bundy sejak berada di lapas dan menghadapi sederetan investigasi.

© RLJE Movies

Dari beberapa film sebelumnya yang lebih cenderung mengupas tentang tindakan pembunuhan hingga persidangan, ‘No Man of God’ yang sekarang telah dapat dinikmati di Klik Film, memfokuskan alur pengisahan yang unik. Ia menyoroti kisah investigasi dan fakta tentang sulitnya membuat Ted Bundy (Luke Kirby) mengakui kesalahannya, bahkan diindikasikan sempat mencoba memengaruhi balik para investigatornya itu.

Kisah rumit untuk membuat Ted Bundy mengakui kesalahannya berujung dengan melibatkan agen FBI bernama Bull Hagmaier (Elijah Wood). Ketika para agen lain menghindari tugas menginvestigasi Bundy karena dianggap percuma, Bill yang juga datang dari latar pendidikan psikologi menawarkan diri.

Pada awalnya, Ted Bundy memperlakukan Bill seperti para investigator lainnya. Namun lambat laun, ia paham bahwa Bill berbeda.

Agen FBI satu itu sangat cerdas dan mahir memahami dengan sangat baik para terdakwa. Ia bisa membaca pikiran mereka dan berdaya memperoleh kepercayaan sehingga para pelaku mengisahkan pengakuan yang tidak bisa didapatkan oleh investigator lain.

Bukan Hamba Tuhan
© RLJE Movies

Bill tidak menghakiminya sebagai “seorang penderita gangguan jiwa yang berbuat keji”, namun menganggap Bundy sebagai manusia yang perlu diajak bicara dari hati ke hati, dari satu pemikiran ke pemikiran lainnya. Mereka menjelma sebagai sepasang sahabat yang bahkan dengan senang hati berbagi berbagai pengalaman.

‘No Man of God’ menyajikan potret percakapan dua manusia cerdas yang bisa dibilang sama-sama mahirnya dalam memahami satu sama lain.

Keduanya dihubungkan dalam dialog panjang, intim, dan mendalam. Meskipun cukup rentan membuatnya tertonton membosankan, bagi yang tertarik untuk mencerna kata demi kata, film ini merangkai setiap dialog dari perspektif psikologis yang ampuh mengundang kengerian dan keterlibatan emosi secara nyata.

Penonton yang tertarik mendalaminya akan bisa merasakan rumitnya berinteraksi dengan seorang Ted Bundy yang sangat manipulatif, bahkan mampu mengundang empati lawan bicara yang tidak seharusnya dimunculkan.

Penonton juga dibawa untuk memahami bagaimana pemikiran Ted Bundy bisa mendorongnya melakukan hal gila tanpa rasa dosa dan menyandang predikat sebagai iblis yang paling iblis.

Bukan Hamba Tuhan
© RLJE Movies

Kecerdasan Bill Hagmaier mampu mengimbangi Bundy sehingga bagaimana pun ia hampir terpengaruhi, akal sehatnya tetap memahami bahwa sahabat barunya itu bersalah, baik secara hukum, agama, ataupun nilai-nilai kemanusiaan.

Film ini juga mengurai sisi-sisi baru dari penanganan kasus mendunia seorang pembunuh berantai, seperti bagaimana Ted Budy dimanfaatkan oleh kepentingan politik pihak tertentu yang justru memperkeruh masalah.

Semua sisi menarik dan unik itu disajikan dalam teknik visualisasi yang mengesankan karena melibatkan berbagai potongan rekaman asli.

Potongan-potongan itu menyatu secara kokoh dan menghadirkan suasana yang membuat penonton merasa benar-benar ikut memasuki masa lalu yang dipilih sebagai latar pengisahannya.

Walaupun perpindahan dari adegan demi adegan tampak terbatas mengitari ruang investigasi dan ruangan Bill Hagmaire, latar seperti itu justru menjadi salah satu perpanjangan indera yang tepat dalam menggambarkan terusiknya psikologis para karakter, bahkan membuat penonton ikut merasakannya.

Bukan Hamba Tuhan
© RLJE Movies

Rumitnya proses investigasi di antara Ted Bundy dan Bill Hagmaire terwakilkan dalam ruang yang sempit, namun memuat banyak obrolan “berat”. Keduanya tidak hanya berbicara untuk menjawab, namun juga sambil memahami karakter lawan bicaranya dan menemukan celah untuk memanipulasi ataupun bertahan dari bentuk manipulasi itu.

Permainan gradasi dalam tiga warna utama, hijau, biru, dan hitam, juga sangat jelas menjadi alat untuk membangkitkan emosi penonton yang bercampur aduk di antara ketakutan, kejahatan, ketenangan, kebenaran, keamanan, hingga depresi.

Teknik-teknik tersebut mengarahkan ‘No Man of God’ menuju tampilan yang konsisten dan bertaut dengan segala detail pengisahan di dalamnya, seperti alur, karakterisasi, dan konflik psikologis.

Bukan Hamba Tuhan
© RLJE Movies

Kehebatan lain sekaligus yang paling mengesankan dari film ini ada pada kualitas akting dua pusat utama karakternya, yaitu Elijah Wood sebagai Bill Hagmaier dan Luke Kirby sebagai Ted Bundy.

Bagi penonton yang akrab dengan kisah nyata penyelidikan terhadap kasus pembunuhan berantai yang sadis ini, mereka pasti akan menemui kemiripan yang nyaris sempurna dari Luke Kirby dalam mewakili sosok Bundy.

Gestur ketika ia berada di wawancara terakhirnya sebelum eksekusi mati dengan kursi listrik dilakukan, benar-benar diwakili secara identik oleh Luke Kirby, bahkan kerutan-kerutan kening tidak lewat dari perhatiannya.

Begitu pula dengan Elijah Wood, aksi olah perannya meyakinkan untuk tampak cerdas, tenang, terusik, hingga berempati pada lawan mainnya. Kedua pemeran utama ini menghadirkan kimia yang patut diapresiasi sebagai seorang investigator dan terdakwa yang juga bersahabat.

Bukan Hamba Tuhan
© RLJE Movies

Secara keseluruhan, film ‘No Man of God’ merupakan film yang harus dinikmati oleh calon penonton yang penasaran dengan sisi kecerdasan Ted Bundy sehingga berhasil menghabisi nyawa puluhan korban wanita, bahkan tanpa sedikit pun rasa bersalah.

‘No Man of God’ menawarkan hal baru dan berhasil membedakan dirinya dari berbagai adaptasi kisah nyata terdahulu tentang salah satu pembunuh berantai yang paling keji di dunia itu.

Film ini hadir dari sudut pandang psikologis yang mengusik penonton untuk menyadari bahayanya berinteraksi dengan sosok seperti Ted Bundy.

Sutradara: Amber Sealey

Pemeran: Elijah Wood, Luke Kirby, Aleksa Palladino, Robert Patrick

Durasi: 100 menit

Skor: 7.8/10

DI MANA UNTUK MENONTON

Klik film

Ulasan

Bukan Hamba Tuhan

Perincian Tinjauan

  • akting 0
  • Sinematografi 0
  • Menghibur 0
  • Cerita 0
  • Skor 0

#Review #Film #Man #God

[ad_2]

Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *