banner 728x250

Review Film: ‘Kau dan Dia’

  • Bagikan
Cineverse

[ad_1]

“Jangan pernah ngomongin cinta kalau belum pernah ngerasain jatuhnya dan jangan rela jatuh karena seseorang, inget! Mama susah payah ngajarin kita caranya untuk berdiri.” – Naldo.

Pada tanggal 14 September 2021, MAXstream secara eksklusif merilis film remaja terbaru berjudul ‘Kau dan Dia’, sebuah drama orisinal tentang suka duka persahabatan dua orang gadis remaja.

banner 728x90

‘Kau dan Dia’ disutradarai oleh Ivan Bandhito dan dibintangi oleh idola remaja Indonesia, Anneth Delliecia, Zara Leola, Ari Irham, dan Bima Azriel.

Kisah ini berpusat pada Anneth dan Zara yang sama-sama memerankan karakter dengan namanya sendiri. Keduanya telah bersahabat selama hampir 9 tahun. Persahabatan mereka dimulai saat masih berada di bangku sekolah dasar.

Mereka tumbuh bersama menjadi dua wanita muda yang cantik dan menawan. Sikap mereka yang berlawanan membuat persahabatan ini semakin dekat.

Anneth digambarkan memiliki sikap feminin dan manja. Sikap ini muncul karena Anneth dirawat dari kecil oleh ibunya seorang diri. Sementara Zara, ia sangat tomboi dan cuek karena dibesarkan seorang diri oleh ayahnya yang merupakan seorang musisi.

Ibu Anneth diperankan oleh Wulan Guritno, sedangkan ayah Zara diperankan oleh Enda “Ungu”. Cara asuh dan didikan untuk keduanya jelas berbeda, namun mereka bisa saling melengkapi satu sama lain.

Beranjak remaja, mereka bersekolah di SMA yang sama. Selama 9 tahun bersahabat, hal seperti itu sudah biasa terjadi karena memang mereka adalah dua sahabat yang tak bisa dipisahkan.

Hingga suatu ketika, seorang remaja lelaki datang. Ia adalah Naldo yang diperankan oleh Ari Irham. Naldo merupakan murid pindahan dari Bandung. Dia ramah, energik, tampan, dan perhatian.

Naldo pertama kali dipertemukan dengan Zara di sebuah lapangan basket. Akhirnya, bermain bersama. Sejak pertemuan tersebut, Zara menceritakan hal ini pada Anneth dan Anneth yang mengetahui hal itu sangat senang. Sebab, Zara merupakan seorang yang tertutup apalagi soal perasaannya.

Keberadaan Naldo awalnya tidak terlalu cukup diperlihatkan, hanya saja sejak Naldo bertemu dengan Anneth pada suatu momen perkenalan, semuanya mulai berubah.

© MAXstream

Kehadiran Naldo seolah menjadi orang ketiga di antara persahabatan Anneth dan Zara. Hal ini disebabkan oleh sikap Naldo yang seolah-olah memberikan perhatian lebih pada Zara.

Padahal, ia punya maksud lain. Membawa kisah percintaan remaja yang ringan, ‘Kau dan Dia’ juga menghadirkan kisah hubungan antara orang tua dan anak. Kita akan dibawa pada alasan yang sebenarnya, mengapa ibu Anneth dan ayah Zara menjadi orang tua tunggal untuk keduanya.

Kisah tersebut terbilang ringan untuk sebuah film remaja Indonesia. Jalan ceritanya juga sangat dekat dengan kehidupan remaja masa kini. Meskipun dibumbui dengan konflik di antara orang tua dan anak, hal itu tidak terlalu ditonjolkan oleh film ini.

Gambaran yang lebih ditekankan adalah karakter Anneth dan Zara yang labil. Dengan begitu, terlihat jelas bahwa film ‘Kau dan Dia’ memang tidak menuju penggambaran cerita yang dipenuhi oleh konflik.

Ide cerita ‘Kau dan Dia’ memang terbilang menarik, apalagi membawakan isu terkini yang terjadi di kalangan remaja. Namun, hal ini yang justru menjadi kekurangan film tersebut karena cerita yang dibawakan terkesan sangat klise dan agak mudah ditebak.

Penonton hanya akan terbawa suasana suka duka persahabatan, ditambah suasana terbawaperasaan saat dimunculkannya adegan Naldo, Zara, maupun Anneth.

Dari sisi karakterisasi, hubungan kimia yang berusaha dibangun oleh para pemain sudah cukup baik, hanya terkadang peran yang berusaha dibawakan itu masih kurang Segalanya.

Emosi yang coba disampaikan melalui konflik orang tua dan anak sudah tersampaikan dengan baik, namun saat harus kembali pada hubungan Anneth dan Zara masih kurang maksimal. Sebenarnya, film ini sangat berusaha menghadirkan emosi remaja yang tingkatnya masih cukup ringan, tetapi eksekusinya belum baik

Selain itu, penonton juga akan terbawa emosi saat harus melihat karakter Naldo. Sebenarnya, sikap Naldo baik dan pasti sangat diimpikan oleh banyak remaja putri.

Akan tetapi, ada beberapa sikap Naldo yang terlalu membuat penonton gregetan saat menyaksikan tingkahnya. Jelas, itu membawa sensasi lain saat menonton ‘Kau dan Dia’.

Penggambaran yang berusaha ditampilkan tampak bagus dengan kulitas HD yang memberikan kita suasana nyaman ketika menonton. Dengan begitu, kita dibuat seolah-olah pernah mengalami hal yang sama dengan kejadian Anneth, Zara, dan Naldo.

Namun, ada beberapa hal yang kurang baik saat proses mengedit, saat memasuki beberapa adegan kilas balik. Efek gerak lambat yang dipakai terlihat kurang pas ketika menuju bagian tertentu dan malah terkesan patah-patah. Beruntungnya, efek tersebut tidak banyak digunakan, hanya di beberapa bagian memasukkan adegan kilas balik.

Masuk ke sisi pengambilan gambar, flim ini terkesan seperti sinetron Indonesia pada umumnya sebab menampilkan rekaman berupa jalanan ibu kota. Sinematografi yang ditampilkan tidak terlalu kuat sehingga kurang bisa memperlihatkan emosi yang coba disampaikan para pemainnya. Ketika adegan menangis, posisi kamera juga kurang menyoroti ekspresi para pemain.

Sementara terkait pencahayaan film, sebenarnya tidak terlalu menganggu mata. Beberapa adegan memiliki pencahayaan yang kurang terang dan saat siang hari pencahayaan yang digunakan terlalu terang. Hal ini akan memberi efek suasana yang kurang dinamis antara setiap adeganya.

Review Film: ‘Kau dan Dia’
© MAXstream

Ciri khas film Indonesia, kebanyakan memasukan pengiring musik menggunakan soundtrack lagu. Memasuki bagian ini, sebenarnya soundtrack yang digunakan tidak terlalu bermasalah. Lagu itu cukup, mewakilkan perasaan dari para pemainnya. Lirik yang ada dalam soundtrack lagu juga sangat bisa mewakili setiap adegannya.

Namun, beberapa adegan terasa hambar karena menggunakan teknik mencetak gol yang kurang pas. Salah satunya ada dalam adegan klimaks antara Anneth dan Zara. Meskipun begitu, adegan tersebut masih bisa cukup dinikmati karena memang tidak terlalu mengganggu.

Secara keseluruhan, film ini masih layak masuk ke dalam daftar tontonan, terutama bagi para remaja yang menyukai kisah ringan soal persahabatan dan cinta. Film ini mampu menghadirkan kisah yang berhubungan sekaligus menghibur. ‘Kau dan Dia’ sudah bisa disaksikan pada layanan streaming MAXstream, gratis!!

Sutradara: Ivan Bandhito

Pemeran: Anneth Delliecia, Zara Leola, Ari Irham, Bima Azriel, Wulan Guritno, Enda “Ungu”, Azela Putri, Rheno Poetiray, Clara Wulan.

Durasi: 96 menit

Skor: 5,8/10

Ulasan

Kau dan Dia

Perincian Tinjauan

  • akting 0
  • Sinematografi 0
  • Entertaint 0
  • Skor 0
  • Cerita 0

#Review #Film #Kau #dan #Dia

[ad_2]

Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.