banner 728x250

Review Film: ‘Dear Future Children’

  • Bagikan
Cineverse

[ad_1]

‘Dear Future Children’ adalah film dokumenter karya sutradara muda Franz Bohm, yang dipecah menjadi kisah paralel tentang tiga aktivis perempuan muda dari Hongkong, Uganda dan Chili.

Jika kamu penggemar film dokumenter, ‘Dear Future Children’ menjadi film menarik untuk ditonton karena menyajikan kisah tentang perjuangan tiga orang perempuan yang unik dan inspiratif. Film ini sempat diputar pada gelaran Europe on Screen 2021 pada tanggal 17 September.

banner 728x90

Kisah pertama dari ‘Dear Future Children’ berawal dari Pepper, aktivis yang bergabung dalam protes pro demokrasi di HongKong yang dimulai pada tahun 2019. Protes tersebut dilakukan oleh kaum muda di Hongkong atas undang-undang yang secara tegas menyerahkan hak warga Hongkong ke daratan China.

Sedangkan Rayen memandu kita untuk mengikuti aktivitasnya melalui berbagai unjuk rasa dan protes pro demokrasi di Chili. Rayen berjuang untuk mematahkan cengkraman abadi mendiang diktaktor Augusto Pinochet dan sekaligus berjuang demi ketidakadilan sosial di negaranya, di mana kesenjangan antara kaum miskin dan kaya tumbuh semakin melebar.

Sementara itu Hilda yang berada di Uganda pun ikut bergabung dalam perjuangan untuk menginspirasi tindakan terhadap perubahan iklim. Hilda bersaksi tentang konsekuensi yang menghancurkan dari perubahan iklim ketika banjir besar menghancurkan desanya, membunuh anggota komunitasnya dan memaksa orang tuanya untuk menjual pertanian yang menjadi mata pencahariannya. Dia lalu mengikuti langkah Greta Thunberg dan memulai kampanye “Fridays For Future” untuk meningkatkan kesadaran akan konsekuensi dari perubahan iklim.

© Foton Film dan Media

Sutradara Franz Bohm secara gemilang dan cerdas menggunakan tiga subjek untuk menyampaikan citra pertarungan global yang bersatu, Bohm dengan baik berhasil menjaga keseimbangan antara ketiga cerita yang memungkinkan Bohm untuk lebih mengembangkan gambaran kompleks dari beberapa masalah sosial dan lingkungan yang tersaji secara utuh dalam satu film.

Salah satu kekuatan yang cukup penting dalam film ini adalah penggambaran yang menarik dari kisah hidup mereka yang terjadi akibat masalah sosial-lingkungan yang terjadi di masing-masing negara mereka.

Walaupun setiap perjuangan yang ada tidak selalu memberikan hasil yang seperti mereka harapkan bahkan sangat terasa perjuangan tersebut menemukan jalan buntu dan berujung pada titik di mana mereka mulai merasakan kekalahan.

sayang anak masa depan
© Foton Film dan Media

Seperti halnya yang terjadi dengan Pepper, ia menghadapi kegagalan atas protes di Hongkong dan harus bersembunyi sampai saat ini, atau juga yang terjadi dengan Rayen yang menggemakan frustasinya. Protes di Chili terbukti sangat keras ketika polisi tak segan-segan memakai kekuatannya secara penuh untuk menghadapi aksi dari para pengunjuk rasa. Peluru berterbangan dan mengakibatkan demonstran tewas secara langsung karena tindakan dari polisi.

Serupa dengan Pepper, Rayen bertarung dalam pertarungan yang kalah, akan tetapi penonton juga menemukan sedikit harapan ketika Hilda turut diundang untuk ikut berpartisipasi dalam KTT perubahan iklim di Kopenhagen dan berbagi pengalaman dengan para pemimpin dunia.

Hilda setidaknya membangkitkan rasa optimisme ketika yang lain mulai merasa pesimis terhadap masa depan yang tidak pasti. Ia dan Greta Thunberg memberikan contoh nyata bahwa tekad seseorang dapat menginspirasi banyak orang lain dan memberikan juga keberanian serta motivasi untuk terus berjuang demi kebaikan bersama.

sayang anak masa depan
© Foton Film dan Media

Pendekatan individualistus yang dilakukan dalam ‘Dear Future Children’ ini juga memberikan contoh langsung akan besarnya kekuatan yang dimiliki oleh satu orang.

Kekuatan seseorang yang berjuang dengan tekad dan semangat untuk melawan ketidakadilan dan penindasan. ‘Dear Future Children’ tidak hanya berbagi ketakutan dan keraguan tetapi juga harapan dan impian tiga aktivis perempuan muda untuk mengubah dunia.

Sutradara: Franz Bohm

Pemeran: Pepper, Rayen, Nakabuye Hilda Flavia

Durasi: 89 menit

Skor: 7.0/10

Ulasan

Anak masa depan tersayang

Perincian Tinjauan

  • Akting 0
  • Sinematografi 0
  • Menghibur 0
  • Skor 0
  • Cerita 0

#Review #Film #Dear #Future #Children

[ad_2]

Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.